www.demolagu.com

musik selalu mewarnai hidup-(ku), tak terbayangkan jika dunia ini tanpa musik

(HIKMAH) FENOMENA DUKUN CILIK

Beberapa hari ini di Jombang (dusun Kedungsari desa Balongsari kec. Megaluh) dan sekitarnya sedang hangat-hangatnya pemberitaan mengenai fenomena si dukun cilik. Masyarakat dari sekitar Jawa Timur (bahkan ada yang dari luar Jawa) berbondong-bondong mendatangi si dukun cilik tersebut tentu saja dengan berbagai macam penyakit yg dibawanya. Banyak diantara mereka yg mengaku sembuh setelah diobat si dukun cilik yang sudah berpraktik sejak 17 januari lalu. Si dukun tiban bernama Ponari tersebut memang baru berusia 9 thn, konon si kecil ini beberapa waktu yang lalu ”hampir” tersambar petir (begitu menurut beberapa sumber). Setelah kejadian tersebut, si kecil dengan berbekal sebuah batu sekepalan tangan (ditemukan sewaktu ada sambaran petir) bisa menyembuhkan berbagai penyakit manusia. Sejak itu si Ponari kecil tidak bisa leluasa bersekolah layaknya anak SD seusianya, malah ada “target” puluhan ribu warga yang datang untuk berobat. Dalam satu hari ”panitia si dukun cilik” menyediakan 50 ribu lembar kartu antrian (50 ribu lho ya !!!), dan semuanya habis ludes, padahal dalam prakteknya si dukun cilik tersebut ”hanya” bisa melayani 10 ribu pasien sehari dari pukul 7 pagi s/d 4 sore. Tentu saja sisa pasien terpaksa menginap di rumah-rumah penduduk di sekeliling desa tersebut.
Saking banyaknya pasien yg berduyun-duyun dan berdesak-desakan, mengakibatkan korban meninggal dunia. Tercatat 4 org meninggal (data sampai senin malam), kebanyakan mereka meninggal dunia akibat terdesak/terinjak oleh sesama pasien yang sedang antrean.
Mengantisipasi keadaan agar tidak bertambah parah, pihak kepolisian berkordinasi dengan koramil dan perangkat desa mengadakan musyawarah. Dalam musyawarah tersebut disepakati untuk sementara praktek si dukun cilik tersebut ditutup untuk sementara waktu. Juga diusulkan untuk memindahkan tempat praktek si dukun cilik tersebut ke tempat yang lebih representatif tapi pihak keluarga si dukun cilik tersebut menolak. Kabar terakhir praktek bocah cilik ini sudah ditutup oleh pihak yang berwenang.

Sebetulnya yang patut kita ambil hikmahnya adalah :
1. Berbondong-bondongnya masyarakat ke sana tidak lepas dari mahalnya biaya pengobatan dunia kedokteran yang ada saat ini, sehingga mereka “mencoba” alternatif yang murah meriah dengan harapan mendapatkan hasil yang maksimal. Pemerintah harus introspeksi terhadap fenomena ini, hendaknya biaya berobat di rumah sakit harus ditinjau, yang lebih terjangkau tentunya. Berdasarkan keterangan mereka-mereka yang pernah ke sana, memang tidak semua pasien yang berobat ke sana bisa sembuh, tapi tidak sedikit dari pasien-pasien itu yang sembuh,

2. Menggeliatnya ekonomi di desa tempat si dukun tiban tersebut. Masyarakat sekitar banyak yang mendapat berkah dari berdagang makanan, minuman, dll. Bahkan menurut keterangan salah satu wartawan ibukota yang saat itu meliput, parkir kendaraan bisa sampai 2 km.

3. Seandainya memang betul batu itu bisa menyembuhkan, semata karena mukjizat dari Allah swt, jika Allah berkata jadi maka jadilah, wallahu a’lam bis showab.

HOBI NYLENEH

Melihat tayangan berita tadi pagi di salah satu televisi swasta, jadi tertawa sendiri. Ada sungguhan nih seseorang yang punya hobi nyleneh yaitu : hobi masuk penjara.

Ini dialami seorang laki-laki di Bali. Dia hidup sebatangkara, mengalami kesulitan untuk membiayai dirinya sendiri, jika tidur selalu diemperan toko, makan juga tidak menentu. Akhirnya terselip dibenaknya untuk mencuri kendaraan bermotor. Dia melakukan pencurian sepeda motor yang sedang diparkir. Setelah mencuri dia tidak menjual sepeda motor tersebut ke tukang tadah. Dia malah bolak-balik di sekitar TKP dengan harapan dapat ditangkap petugas.

Akhirnya petugas memergoki sepeda motor tersebut dan menangkap lelaki nyleneh yang juga bertato ditubuhnya itu. Jadi terhitung dalam 3 bulan terakhir sudah 10 kali keluar masuk penjara. ”Enak pak, dipenjara saya dapat makan gratis dan tidur gratis. Habis cari kerja yang halal susah sih pak.” begitu dia bicara dihadapan petugas tanpa ada raut muka penyesalan sedikitpun.

Weleh-weleh …. saya jadi membayangkan, jangan-jangan setelah penayangan ini ada yang berusaha mengekor hobi langka ini. Jangan-jangan mereka ada yang jor-joran adu jumlah, mungkin ada yang lebih nyeleneh lagi untuk bisa masuk musium record dibidang ini. Apalagi ditengah krisis sekarang ini. Mudah-mudahan semua yang tahu kejadian ini bukan termasuk ”golongan mereka”. Hi … hi … hi … mudahan ….. hanya dialah seorang ….

Jalan Kaki Jinakkan 9 Penyakit

STUDI dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh-gopoh dan bukan jalan santai memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita. Inilah sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki

(1) Serangan Jantung. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

(2). Stroke. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

(3). Berat badan stabil. Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

(4). Menurunkan berat badan. Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

(5). Mencegah kencing manis. Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

(6). Mencegah osteoporosis. Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.

Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

(7). Meredakan encok lutut. Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris). Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.

Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

(8) Depresi. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

(9). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

Dr. Handrawan Nadesul

Media CP Group from Kompas

PIKUN KARENA HP ?

Beberapa waktu yang lalu berbincang-bincang dengan teman-teman, dalam perbincangan tersebut kita banyak omong-omong tentang masalah kesehatan. Mengenai dampak polusi, pemakaian obat dan lain sebagainyalah. Saat tertentu sampailah pembicaraan kita pada dampak apa saja yang terjadi pada saat pemakaian HP bagi kesehatan. Kita saat ini tidak pernah lepas dari pemakaian HP. Apa lagi sekarang HP tambah lama semakin murah dan terjangkau oleh daya beli masyarakat kita. Jadi HP sudah merupakan kebutuhan sehari-hari kita, melebihi kebutuhan kita untuk makan (mungkin ?), coba kita amati berapa kali kita menerima panggilan hp dalam sehari, 1 kali, 2 kali, atau bahkan lebih diatas 10 kali sehari ? setiap kita menerima panggilan seketika itu juga hp menempel lekat di telinga kita. Seberapa besarkah pengaruh gelombang radiasi yang dipancarkan oleh hp sewaktu kita menerima panggilan (atau mengirim panggilan) ? memang pernah saya membaca sebuah artikel bahwa pengaruh gelombang radiasi yang ditimbulkan hp tidaklah seberbahaya radiasi radioaktif. Tapi perlu juga dipertimbangkan sekecil apapun kalau mengenai secara terus menerus akan mengakibatkan gangguan.

Pernah suatu ketika saya membaca sebuah artikel, pengukuran menggunakan alat sederhana yakni survey meter (begitu nama alat itu disebut dalam artikel tsb). Mungkin alat ini tidak cocok dan tidak valid untuk pengukuran radiasi yang timbul dari HP. Tetapi setidak-tidaknya dapat kita jadikan acuan bagaimana cara meminimalkan radiasi yang akan kita terima saat HP tersebut kita pakai. Pada saat HP tersebut aktif menerima panggilan, HP tersebut ditempelkan di survey meter (seperti halnya kalau kita tempelkan di telinga kita). Disini survey meter mencatat adanya paparan radiasi antara 5 Mili rem per jam bahkan ada yang sampai 80 Mili rem per jam. Ambang batas yang bisa diterima oleh masyarakat secara umum adalah 0,125 Mili rem per jamnya. Kemudian diulangi lagi tetapi antara pesawat HP tersebut diberi jarak kurang lebih 5 cm dari alat survey meter. Semakin jauh dari alat, semakin menurun dampak paparan radiasinya.

Dari paparan artikel tersebut setidaknya kita tahu bagaimana seharusnya kita waspada mengenai hal tersebut. Mungkin salah satu cara kita memakai handsfree.

Rekan saya yang berbincang dengan saya tadi adalah seorang dokter di Jakarta. Dia menyebutkan bukan tidak mungkin salah satu dampak pemakaian HP tersebut berakibat pada daya ingat kita yang menurun. Saya sempat termenung beberapa saat mendengar hal tersebut. Akhir-akhir ini memang saya sendiri mengalami hal tersebut. Saya adalah pengguna aktip HP, mungkin saja saya adalah salah satu yang terkena dampak radiasi tersebut. Yah, lepas dari benar atau tidak berita tersebut, sudah selayaknyalah kita waspada terhadap segala kemungkinan. Lebih baik kita mencegah daripada semuanya terlambat. Terserah kita bagaimana cara kita menanggulangi tersebut, tentunya kita punya cara masing-masing yang terbaik untuk kita lakukan. Terlebih lagi bagi anak-anak kita di rumah, dengan mudahnya tat tit tut tat tit tut bermain-maian asyik degan HP. Bukannya kita anti terhadap kemapanan tapi alangkah baiknya juga kemapanan tehnologi kita imbangi dengan kewaspadaan kita. Jangan sampai kita menjadi korban dari sebuah kemapanan, disemua bidang. Mari sama-sama kita saling mengingatkan, dimulai dari hal-hal yang sepele yang mungkin juga berdampak negatif bagi kita semua.

MENGAPA HARUS PAJAK ?

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti pertemuan mengenai Kewajiban Membayar Pajak bagi karyawan swasta. Disana dijelaskan secara gamblang apa-apa dan bagaimana seluk-beluk pajak tersebut, batas minimal pendapatan  berapa yang harus dikenai pajak dan form-form jenis apa saja yang digunakan sesuai dengan nilai pendapatannya. Misalnya pendapatan pertahun s/d rp 48 juta pertahun  memakai form 1770SS, pendapatan diatasnya lagi menggunakan form 1770S, dan seterusnya. Termasuk jika kita mempunyai usaha sampingan di rumah, ada form lain lagi yang harus kita isi (penghasilan sampingan kita di rumah juga dikenai pajak, dengan platform tertentu). Perusahaan tiap bulan selalu memotong pendapatan kita dengan pajak (setelah gaji dipotong Pendapatan Tidak Kena Pajak), dan selama setahun si karyawan mendapat rekapan laporan tahunan pajak. Yang menjadi keheranan saya, tiap bulan sudah dipotong pajak, diteruskan disetorkan ke kantor pajak oleh perusahaan secara periodik, tapi mengapa si karyawan (dengan NPWP) masih ”DIWAJIBKAN” melaporkan (via pos) ke kantor pajak selambatnya per 31 maret tiap tahun. Jika kita terlambat melaporkan, kita dikenakan denda rp 100 ribu (kalau tidak salah nilainya segitu). Tidak memenuhi rasa  keadilan (menurut saya) dijaman yang serba canggih ini, kok tidak dibuat sistem otomatis, sewaktu perusahaan menyetor pajak, langsung terecord online tanpa harus mengisi form lagi sebagai bahan pelaporan. Saya rasa dinas terkait harus tanggap terhadap keluhan semacam ini.

Selalu menjadi pertanyaan besar dibenak saya, mengapa Indonesia dengan kekayaan alam yang begitu besar, gemah ripah loh jinawi, serasa kekurangan dana dalam mengelola negara tercinta ini, sampai-sampai harus memungut pajak dari masyarakat. Bukannya kita anti pajak, sebagai masyarakat tentu mengharap pungutan pajak yang seringan-ringannya, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kebanyakan masyarakat sudah ”gali lubang tutup lubang”. 

Mudah-mudahan dengan gerakan pemberantasan anti korupsi yang gencar dilakukan akan efektif menuai hasil. Dengan begitu akan banyak uang rakyat (hasil pungutan pajak) yang tepat sasaran penggunaannya, betul-betul dipakai untuk pembangunan. Disisi lain yang lebih penting lagi, pemerintah harus sungguh-sungguh dalam mengelola kekayaan alam ini, terutama hasil kayu hutan yang kita tahu beberapa waktu lalu ”dihabiskan” oleh ”tikus-tikus liar”. Sedih rasanya melihat berita di TV, kayu-kayu beromzet miliaran bahkan mungkin triliunan mengalir ke kantong-kantong segelintir oknum, mungkin sudah bertahun-tahun hal itu terjadi. Andai itu semua tidak pernah terjadi, mungkin dari sektor hasil hutan ini saja negara akan punya dana yang cukup, sehingga pajak untuk rakyat  bisa ditekan seminimal mungkin bahkan nol. Belum lagi dari sumber daya alam yang lain. Sebagai masyarakat kecil tentunya sangat mengharap semoga tahun-tahun kedepan kesejahteraan masyarakat kecil akan semakin meningkat, mudah-mudahan, amin.

LUASNYA NERAKA

YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM
Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH, namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.
Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalah segala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH……AMIN…..
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,

maka ditanya oleh nabi s.a.w.: ‘Mengapa aku melihat kau berubah muka?’
Jawabnya: ‘Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.’
Lalu nabi s.a.w. bersabda: ‘Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.’
Jawabnya: ‘Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.
Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.’
Nabi s.a.w. bertanya: ‘Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?’

Jawabnya: ‘Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.’ (yaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: ‘Siapakah penduduk masing-masing pintu?’

Jawab Jibrail:
‘Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah.

Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.’
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: ‘Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?’
Jawabnya: ‘Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.’
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan

sesudah sadar nabi saw bersabda: ‘Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?’
Jawabnya: ‘Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.’
Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab ‘Peringatan Bagi Yg Lalai’)
Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9.. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan ini dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua…..Wallahua’lam.
Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159 :
”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.”
Dari Abdullah bin ‘Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda:’ Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..

APA YANG MEREKA DAPAT ?

Menyimak pemilihan kepala daerah yang marak akhir-akhir ini, begitu bersemangatnya masyarakat mengelu-elukan jago mereka sendiri-sendiri, bahkan belum genap 24 jam, hasil quick count diumumkan, ada para pendukung salah satu calon pilkada di Jawa Timur rame-rame pada menggunduli rambutnya padahal masih quick count dengan beda tipis 1% kemenangan jagonya dibanding saingannya dan belum tentu menang sungguhan, kalau merujuk toleransi kesalahan quick count yang “hanya 1 - 2 %”. Bahkan semua lembaga surveynya waktu itu belum berani memutus kemenangan salah satu kontestan tersebut. Akhirnya tanggal 11 Nopember KPU mengumumkan hasil perhitungan suara, ternyata pemenangnya bukan kontestan yang pada quick count lalu menang melainkan kebalikannya.

     Pertanyaan saya, apa kira-kira yang ada dibenak mereka (para pendukung calon) kok begitu all out bahkan berekspresi sedemikian rupa, bahkan ada yang sampai berani adu fisik ? Sebagai warga negara ada hak untuk menentukan pilihannya, menentukan pilihannya dengan sewajarnya. Kira-kira apa yang mereka dapat dengan full all outnya ? kalau mereka tim sukses atau berada dalam garis komando tim sukses sih wajarlah karena mereka akan mendapat fee atau ”lahan ?”. Tapi kalau hanya warga biasa ? apakah hanya kebanggaan ? yang nota bene belum tentu yang dibanggakan akan memperhatikan tuntutannya ? jangankan tuntutan pengharapannya, untuk dapat modal hutang untuk berusaha saja sulitnya minta ampun yang terbentur persyaratan tetek bengek ribet bet bet bet. Faktor-faktor apa saja ya yang bisa ”menghipnotis” mereka kira-kira ?

Saya tidak menyarankan golput, tapi menurut hemat saya ”bertindak sewajarnyalah”.

Monyet pun Mengenal Prostitusi

SINGAPURA - Prostitusi juga terjadi di dunia binatang, khususnya monyet. Paling tidak begitulah hasil penelitian ahli primata Universitas Teknologi Nanyang di Singapura, Dr Michael Gumert.

Dalam penelitian terbarunya, Gumert menemukan bahwa monyet macaque menjadikan seks sebagai komoditas. Tentu saja mereka tidak meminta uang sebagai bayaran, melainkan jasa mencarikan kutu di bulu-bulu mereka.

“Dalam komunitas primata, membersihkan badan dari kutu adalah kebutuhan pokok,” kata Gumert. Mencarikan kutu, menurut Gumert, bisa menjadi lambang persahabatan, kekerabatan, dan ditukar dengan layanan seks.

Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, Gumert mengamati 50 ekor monyet itu di Kalimantan Tengah selama 20 bulan. Menurut dia, setelah si jantan membersihkan kutu dari tubuhnya, sang monyet betina cenderung bersedia berhubungan badan tiga kali lebih besar.

Sebagai komoditas, transaksi itu pun bergantung pada supply and demand. Kalau betinanya sedikit, sang jantan lebih lama membersihkan kutu di tubuh si betina. “Kalau banyak betinanya, sang jantan tidak terlalu lama melakukannya,” tambah Gurmet. (sumber Jawa Pos).

Pakai Earphone iPod, Beresiko Tuli

JAKARTA,– Peringatan bagi pengguna iPod yang sulit mengeluarkan earphone bawaan pemutar musik itu dari liang telinga mereka (karena tidak mau berhenti mendengarkan musik)! Dengarkan apa laporan raksasa EU Eropa yang bertajuk “Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks”.

Menurut EU, riset yang dilakukannya memperlihatkan bahwa mereka yang mendengarkan MP3 player-nya selama lebih dari lima jam per hari pada volume tinggi (89 desibel tepatnya) beresiko kehilangan pendengaran dalam tempo lima tahun. “Temuan sains ini menunjukkan resiko yang jelas dan kami perlu memberikan reaksi dengan cepat,” kata Meglena Kuneva (EU Consumer Affairs Commissioner).

Ia menambahkan,”Yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kepedulian konsumen dan menyajikan informasi ini ke publik. Kami juga perlu memperhatikan kontrol-kontrol untuk memastikan mereka benar-benar efektif dan seiring dengan teknologi baru.”

Lho, bukannya volume maksimal pada iPod sudah diturunkan, sehingga masalah ini seharusnya tidak mengemuka lagi? Hmm, ternyata tidak demikian. Earphone yang dibundelkan produsen sebenarnya bermasalah.

Earphone yang dibundelkan tidak cuma tidak nyaring, bulat, dan jelas suaranya, tetapi juga bocor begitu parahnya sehingga terdengar dari jarak tiga meter. Namun agar bisa menikmati musik saat di dalam bus atau di jalan yang agak ramai, Anda tetap perlu mengencangkan volumenya sampai batas atas.

Jadi para pembaca, kabarkan pada rekan, sahabat, teman, mitra kerja, kerabat dan juga tentunya Anda sendiri bahwa menjejalkan earphone ke liang telinga perlu pengendalian diri. Jika tidak, jangan salahkan siapa-siapa jika kelak pendengaran Anda makin memburuk, alias tuli.

Sumber Kompas

Menguak Misteri Tindihan

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? bagi sebagian besar masyarakat indonesia kondisi ini disebut tindihan (rep-rep) dan merupakan ulah mahluk halus yang menindih tubuh kita. Namun kini, tindihan memiliki penjelasan dari sudut pandang ilmiah.

Kejadian ini sering dialami sebgian besar masyarakat, bahkan hingga sekarang. Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.

Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali..

Sleep Paralysis

Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur

Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Jangan Anggap Remeh

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara

- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.

- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.

- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.

- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.

- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.

- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.

- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.

- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.

- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.

- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.

- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Sumber : kompas